Tuesday, May 25, 2010

Maestro keroncong itu telah pergi untuk selamanya

Bengawan Solo
Riwayatmu ini
Sedari dulu jadi
Perhatian insani

Musim kemarau
Tak seberapa airmu
Di musim hujan
Air meluap sampai jauh

Mata airmu dari Solo
Terkurung gunung Seribu
Air mengalir sampai jauh
Akhirnya ke laut

Itu perahu
Riwayatnya dulu
Para pedagang
Selalu naik itu perahu

-----
Selamat jalan mbah Gesang. Semoga amal ibadahmu diterima di sisi Nya dan engkau dikenang sepanjang masa oleh anak negeri ini dan bangsa-bangsa lain. Amin.

Monday, May 10, 2010

Adakah hubungan antara El Nino dan pemanasan global?

Pertanyaan ini diajukan kepada saya beberapa waktu yang lalu. Agak aneh nich pikir saya karena saya pikir dia mahasiswi saya. Tapi setelah tanya ini itu akhirnya saya tahu bahwa dia bukan mahasiswi saya. Ok itu sedikit latar belakang saya menulis tentang hal ini.

El Nino adalah peristiwa anomali memanasnya suhu permukaan laut samudra Pasifik ekuator yang berdampak pada cuaca dan iklim global. Telah kita ketahui bersama bahwa El Nino terjadi setiap 2-7 tahun sekali dan telah ter-record di parameter proksi sejak ribuan tahun yang lalu. Hanya kemudian disadari bahwa peristiwa yang awalnya dikira peristiwa lokal di perairan Peru saja oleh presiden Masyarakat Geografi Lima, Peru pada abad 19 ternyata merupakan peristiwa yang berkawasan luas meliputi samudra Pasifik ekuator. Dampak anomali memanasnya suhu permukaan laut di Pasifik tengah dan timur ekuator tersebut menyebabkan pola angin juga berubah, daerah tekanan rendah juga berubah dan sirkulasi Walker juga berubah. Karena wilayah yang berubah ini luas maka juga berdampak pada pola cuaca global. Banyak wilayah yang tadinya banyak hujan seperti Indonesia mengalami pengurangan curah hujan bahkan kekeringan. Atau wilayah yang tadinya jarang hujan, menjadi banyak hujan bahkan banjir terjadi, dll. Selengkapnya tentang El Nino ini dapat dilihat pada beranda website ini.

Pemanasan global terjadi akibat terjebaknya panas dalam selimut atmosfer kita karena gas-gas rumah kaca; radiasi gelombang pendek bisa masuk ke bumi tetapi radiasi gelombang panjang dipantulkan lagi ke bumi dan hanya sedikit yang lolos ke angkasa. Gas-gas rumah kaca ini seperti metana, CO2, NOx, uap air dll yang selalu ada di atmosfer menjaga panas bahkan memanaskan bumi karena sifatnya seperti di atas. Bila gas-gas rumah kaca ini makin banyak terdapat di atmosfer maka dipastikan bumi akan makin panas. Aktivitas manusia dan alamlah yang mensuplai keberadaan gas-gas rumah kaca ini.  Sejak era peradaban (revolusi) industri, jumlah gas-gas rumah kaca ini meningkat pesat. Akibatnya seperti kita rasakan sekarang ini: makin banyak bencana alam terjadi di berbagai belahan bumi. Hujan yang makin deras, kekeringan yang makin menyengat, badai dan tornado yang makin sering, hujan salju yang makin menggigit, berbagai penyakit  muncul, mutasi genetik pada ikan dll sudah menjadi makanan kita sehari-hari. Berbagai macam pertemuan yang membahas hal ini pada tingkat dunia juga telah dilakukan, tapi yach ... sampai saat ini belum berarti untuk mengatasi fenomena perubahan iklim akibat pemanasan global ini.

Kedua fenomena di atas (El Nino dan pemanasan global) merupakan dua peristiwa yang berbeda dimana kedua-duanya berdampak pada cuaca dan iklim global. Belum ada teori yang mampu menghubungkan kedua peristiwa ini yang pernah saya temui. Namun pengamatan menunjukkan bahwa pada era pemanasan global ini, El Nino makin sering terjadi.

Thursday, May 6, 2010

Kita harus berbesar jiwa bahwa dia memang hebat!

Gonjang ganjing kasus Bank Century ternyata tidak menyurutkan niat Sri Mulyani untuk mengabdikan dirinya ke dunia yang lebih luas. Bank Dunia mempercayainya sebagai calon managing director di lembaga tersebut. Ini merupakan penghargaan prestasi hebat Sri Mulyani dan Boediono dalam menangani kasus krisis dunia 2008 dimana banyak negara kolaps tapi RI bahkan mampu tumbuh beberapa persen dan tidak mengalami dampak yang mengerikan. Sebelumnya diprediksi bahwa akan banyak perusahaan bangkrut, pengangguran meningkat dan ekonomi akan mengalami situasi lebih sulit ... namun itu semua ternyata hanya di atas kertas saja. Negara kita berhasil keluar dari krisis dengan sangat mulus karena berbagai kebijakan moneter yang lugas. Suatu prestasi yang hebat dari sang Menkeu. Pantas saja seandainya sang Menkeu dilirik oleh Bank Dunia untuk turut membenahi lembaga tersebut dan meningkatkan reputasi lembaga tersebut di kancah internasional. Ini merupakan peristiwa dimana untuk kesekian kalinya, putra putri terbaik bangsa diakui reputasinya di dunia internasional. Kita patut bersyukur bahwa seorang Sri Mulyani dipercayai untuk terlibat dalam penanganan "pemerintahan" dunia. Penghargaan yang tidak banyak orang mampu meraihnya.
Selamat bertugas bu Sri Mulyani, semoga engkau diberi kekuatan dan ketabahan serta kemampuan yang lebih baik untuk turut membenahi kiprah lembaga dunia tersebut di kancah internasional. Semoga prestasimu tetap cemerlang meskipun banyak tantangan menghadang.
Saya percaya bahwa meskipun engkau akan ada jauh di sana, tetapi engkau akan tetap mematuhi hukum di Indonesia karena aku yakin engkau adalah warga negara yang baik yang taat hukum. Semoga kasus bank Century dapat segera tuntas dan tidak membawamu masuk penjara. Amin.

Saturday, May 1, 2010

Hari pendidikan nasional 2010: momentum refleksi pendidikan untuk rakyat

Besok tanggal 2 Mei 2010 merupakan hari pendidikan nasional ... saya yakin semua orang Indonesia yang pernah mengenyam dunia pendidikan pasti tahu hal ini. Namun demikian, hari pendidikan nasional ini terasa lain dibanding waktu-waktu sebelumnya. Yang paling mencolok adalah dihapuskannya UU BHP yang dinilai oleh sebagian kalangan akan makin menyuburkan praktek bisnis dunia pendidikan. UU BHP yang membatasi agar maksimum 30% biaya pendidikan dibebankan kepada para calon mahasiswa, dengan dihapuskannya UU ini akan makin membebani kantong orang tua mahasiswa karena penyelenggara pendidikan dapat dengan seenaknya menetapkan besaran uang pendidikan walaupun kualitasnya kadang masih perlu diuji. Di lain pihak, untuk pendidikan dasar dan menengah, dilaksanakannya ujian nasional (UN) seringkali merupakan momok bagi para siswa, orang tua dan guru. Mereka dituntut untuk belajar dan berusaha lebih keras agar siswa, anaknya atau anak didiknya lulus dengan nilai yang baik. Sehingga bagi yang berpikiran pendek dan ingin menguntungkan sekelompok pihak tertentu maka cara-cara yang tidak fair dan sehat serta mendidik dilakukan. Jual beli kunci jawaban, atau guru mata pelajaran yang memberikan kunci jawaban kepada anak didiknya merupakan hal negatif yang juga mengemuka. Dilaksanakannya UN juga menuai protes oleh berbagai kalangan karena kualitas sarana dan prasarana dunia pendidikan di seluruh pelosok nusantara njomplang. Tidak ada  buku pegangan yang seragam dan kemampuan guru yang sangat beragam serta sarana yang tidak memadai merupakan hal-hal yang dianggap tidak fair jika anak didik "diperlombakan". Sudah barang tentu di luar Jawa akan mengalami kesulitan dalam menyamai kualitas pendidikan di Jawa, bahkan sesama di Jawa pun juga mengalami disparitas antara kota dengan pelosok pedesaan. Sehingga tidak heran ribuan siswa di Jawa dan luar Jawa tidak lulus, bahkan ratusan sekolah sama sekali tidak ada siswanya yang lulus UN kali ini. Inilah potret buram dunia pendidikan kita.

Di lain pihak, kita sering mendengar prestasi para siswa dan mahasiswa kita dalam berbagai kompetisi internasional. Juara satu, dua dan tiga seolah-olah sudah bukan hal yang luar biasa ditorehkan oleh para putra putri kita. Juara fisika, biologi, kimia, matematika, astronomi, sains kebumian atau rekayasa sudah bukan berita baru lagi. Ini sangat membanggakan bagi kita semua. Di tengah kondisi pendidikan dalam negeri kurang begitu menggembirakan, namun dalam kancah internasional kita cukup disegani. Alhamdulillah.

Mengingat hal-hal di atas, sudah saatnya bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai kendala dalam dunia pendidikan, bersatu padu dengan swasta dan masyarakat untuk menggenjot dunia pendikan agar jauh lebih melesat. Pembangunan sarana dan prasarana serta kualitas pendidikan harus dilakukan. Anggaran pendidikan yang sampai sekarang masih jauh dari 20% seperti yang dicanangkan oleh UU sudah sepatutnya ditingkatkan. Jikalau kualitas pendidikan sangat bagus dan biaya pendidikan terjangkau masyarakat luas maka sumber daya alam yang luar biasa besar potensinya di Indonesia dapat dimanfaatkan sepenuhnya. Tenaga kerja kita harus mampu bersaing dengan tenaga kerja asing sehingga ekonomi kita tidak akan dijajah oleh negara lain yang sedikit sumber daya alamnya tapi kualitas tenaga  kerjanya/ SDM nya bagus. Kita memasuki abad informasi, sehingga yang menguasai informasilah yang berjaya. Oleh karena itu sekali lagi, kualitas sumber daya manusia yang unggul dan disertai dengan akhlak yang mulia sangat diharapkan. Tugas kita bersama untuk mewujudkannya!