Thursday, March 23, 2017

Hari meteorologi sedunia

Hari ini tanggal 23 Maret merupakan hari meteorologi sedunia. Banyak kegiatan dilaksanakan untuk memperingatinya meskipun tidak mendapat sorotan media masa secara luas. Seminar-seminar dilaksanakan untuk mengingatkan kembali peran penting bidang meteorologi dalam kehidupan sehari-hari. Tema peringatan tahun ini, seperti yang disampaikan oleh WMO (World Meteorological Organization), adalah "Understanding clouds"mengingat peran penting perawanan dalam memahami siklus hidrologi, cuaca, dan iklim. Awan penting dalam peramalan cuaca dan juga pemahaman tentang perubahan iklim. Anda bisa baca mengapa awan penting dan menjadi sorotan WMO kali ini di sini. Himpunan Mahasiswa Meteorologi ITB "Atmospheira" mengadakan acara lomba foto awan yang menurut ketuanya direncanakan hari ini pengumuman pemenangnya.
Yang menjadi perhatian saya kali ini justru pada peran yang harus dimainkan oleh institusi-institusi yang terkait Meteorologi untuk menjawab berbagai permasalahan yang dijumpai masyarakat sehari-hari. Tidak jarang muncul issue-issue terkait meteorologi yang harus segera mendapatkan respon agar tidak menjadi berita menyesatkan. Berita hoax yang "sengaja" dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu dengan tujuan tertentu yang beredar di media masa dan media sosial harus dilawan dengan memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat. Tugas ini merupakan tugas besar yang tidak hanya merupakan tugas pemerintah saja tetapi juga semua elemen masyarakat kampus dan institusi-institusi resmi bidang meteorologi. Perhatian kita sering pada wilayah Jawa saja padahal banyak permasalahan penting yang terjadi di nun jauh di wilayah-wilayah pelosok tanah air. Oleh karena itu wajar bila sumber daya manusia yang handal harus juga ditempatkan di wilayah-wilayah pelosok agar kemanfaatan meteorologi dapat dirasakan masyarakat secara langsung. Semoga pada peringatan hari meteorologi tahun depan sudah banyak kemajuan yang dicapai agar masyarakat luas makin menyadari arti penting mempelajari meteorologi. Aamiin.

Tuesday, March 21, 2017

Gerak semu matahari ...solstice dan equinox

Beberapa hari yang lalu (tepatnya tanggal 17 Maret 2017 jam 12.30 WIB) melalui facebook seorang sobat kental Prof. Dewayany (BIG) menanyakan tentang heboh equinox. Pertanyaan tersebut muncul saat saya memposting tentang "Apa kabar monsoon ??" yang ada di blog ini saya sharing ke FB. Beberapa hari masih timbul tanda tanya bagi saya ... heboh equinox yang mana ya ... saya tidak mendengar ada heboh tentang hal tersebut. Saya malu mau tanya ke beliau maksud heboh equinox (ekuinoks) itu yang bagaimana karena ekuinoks ya biasa-biasa saja menurut saya. Malu bertanya ... mosok di bidang sendiri kok nggak dengar ada heboh begitu. Saya baru ngeh waktu hari ini rekan saya dari Fakultas Geografi UGM Dr.  Emilya di Detik.com menyinggung tentang heboh-heboh itu. Geli rasanya.
Rasanya saya pun tidak perlu lagi menjelaskan panjang lebar karena setidaknya jawaban bu Emilya sudah cukup. Tambahan sedikit dari saya ... ada istilah aphelium (aphelion) dan perihelium (perihelion). Aphelium untuk menyatakan jarak terjauh antara bumi matahari dan perihelium adalah jarak terdekat antara bumi dan matahari. Mengapa bisa timbul kedua hal tersebut?? Ini tidak lain karena lintasan edar bumi mengelilingi matahari berbentuk elips (lonjong). Bila lintas edar tersebut berbentuk bulat maka tidak ada kedua istilah tersebut.  Aphelium (152 juta km) terjadi pada bulan Januari dan perihelium (147 juta km) terjadi pada Juli. Di BBU justru pada saat bulan Januari merupakan musim panas sedangkan bulan Juli merupakan musim dingin. Lho padahal pada saat jarak terdekat matahari - bumi kok justru musim dingin sedangkan pada saat terjauh kok musim panas?? Entar heboh lagi ??..... Tunggu jawabannya ya ...